RSS

Hmm, Apakah Mahar Kita Untuk Kebahagiaan Tiada Akhir Itu…?

17 Feb

” Selangkah ke alam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan, biarlah menangis, terluka, kecewa karena Allah, daripada mati tanpa Mujahadah.

Kita ‘tak sanggup selamanya terluka, tapi ingatlah tiap peluh keringat dan air mata jatuh, itulah Mahar kita menuju syurga,

bila ditanya mengapa perjuangan itu pahit?

Jawabannya karena Syurga itu manis…” (Wudda/1/Shafar 1430).

Tulisan di atas adalah sederet kata-kata yang saya dapatkan dari salah satu buletin lokal di tempat saya mengajar. Kata-kata itu cukup menggetarkan hati saya. Semoga sahabat pun dapat merasakan hal yang sama. Ya, perjuangan memang butuh pengorbanan. Meski kadang perjuangan itu terasa pahit, namun buah yang dihasilkan kelak akan terasa manis, insyaAllah…

Hmm, sahabat…

Apa yang telah kita persiapkan untuk mahar kita menuju kebahagiaan tiada akhir di sisi-Nya kelak???

Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat naungan rahmat dan hidayah-Nya… Amin.

 

Tentang luluainama

hingga saat ini, masih seperti dulu, saya masih tetap belajar...
Leave a comment

Posted by pada Februari 17, 2010 in Hikmah

 

Kaitkata: , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.