” Selangkah ke alam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan, biarlah menangis, terluka, kecewa karena Allah, daripada mati tanpa Mujahadah.
Kita ‘tak sanggup selamanya terluka, tapi ingatlah tiap peluh keringat dan air mata jatuh, itulah Mahar kita menuju syurga,
bila ditanya mengapa perjuangan itu pahit?
Jawabannya karena Syurga itu manis…” (Wudda/1/Shafar 1430).
Tulisan di atas adalah sederet kata-kata yang saya dapatkan dari salah satu buletin lokal di tempat saya mengajar. Kata-kata itu cukup menggetarkan hati saya. Semoga sahabat pun dapat merasakan hal yang sama. Ya, perjuangan memang butuh pengorbanan. Meski kadang perjuangan itu terasa pahit, namun buah yang dihasilkan kelak akan terasa manis, insyaAllah…
Hmm, sahabat…
Apa yang telah kita persiapkan untuk mahar kita menuju kebahagiaan tiada akhir di sisi-Nya kelak???
Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat naungan rahmat dan hidayah-Nya… Amin.
